RANGKAIAN TERAKHIR LKMM-TD : Bela Negara
Selasa, 28 Juli 2020
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
SEMANGAT PAGI!
Hari ini, saya akan menuliskan pengalaman saya dalam mengikuti rangkaian terakhir dari kegiatan LKMM-TD 2020 yaitu LKMM Bela Negara. Nah, kegiatan ini mengangkat tema "Membentuk Mahasiswa Milenial yang Berpikir Positif dan Bekerja Cerdas dalam Memanajemen Diri". Dalam kegiatan ini juga diundang seorang narasumber ahli yang berpengalaman di bidang bela negara yaitu bapak Mayor Inf Sahraji selaku guru militer intelijen RINDAM tahun 2020. Beliau menyampaikan materi bela negara dengan sangat rinci dan detail yang dimulai dari cikal bakal bangsa hingga cara mewujudkan bagaimana sikap bela negara yang seharusnya.
![]() |
| Bapak Mayor Inf Sahraji serta Kak Feisal |
Pertama, beliau menjelaskan cikal bakal dari bangsa Indonesia sendiri. Bangsa Indonesia dulunya tidak begitu saja langsung berdiri sebagai sebuah bangsa, namun banyak proses yang dilalui hingga dapat menjadi sebuah negara yang berdaulat. Pada awalnya bermula dari terbentuknya beberapa kerajaan di Indonesia yang menyatukan beberapa bagian wilayah, salah satu contoh kerajaan yang dijuluki sebagai kerajaan terbesar di Nusantara ialah kerajaan Majapahit. Pusat perekonomian dunia melalui sebuah selat di Indonesia yakni selat Malaka. Oleh karena itu, banyak pedagang asing keluar dan masuk dari wilayah Indonesia untuk berdagang. Namun, ada beberapa negara yang ingin menguasai wilayah Indonesia dengan cara melakukan politik adu domba antar kerajaan yang ada, contohnya yaitu Negara Belanda. Negara Belanda juga melakukan adu domba antar suku, ras dan agama yang ada sehingga menghancurkan dan memecah belah kesatuan dan persatuan yang sudah lebih dulu ada sehingga Bangsa Indonesia lebih mudah dijajah. Kemudian dimulailah masa penjajahan oleh Negara Belanda yang berlangsung selama 350 tahun. Tapi pada akhirnya karena jasa para pahlawan yang mau berkorban demi berdirinya NKRI, kita sekarang dapat hidup dengan merdeka.
![]() |
| Bapak Mayor Inf Sahraji saat menjelaskan tentang pengertian dari bela negara |
Nah, definisi dari sikap bela negara sendiri adalah sikap, tekad, ataupun perilaku yang dijiwai oleh kecintaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Sikap bela negara ini memiliki tujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara, menjalankan nilai-nilai dari Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta menjaga identitas dan integritas suatu negara. Selain itu, beberapa manfaat bela negara antara lain:
- Menanamkan rasa kecintaan pada bangsa dan patriotisme sesuai dengan kemampuan pribadi masing-masing.
- Membentuk iman dan taqwa pada agama yang dianut.
- Melatih jiwa kepemimpinan dalam memimpin diri sendiri maupun suatu kelompok.
- Menghilangkan sikap negatif, seperti malas, apatis, egois dan tidak disiplin.
- Membentuk sikap disiplin waktu dan aktivitas.
Selain itu, bapak Sahraji juga menjabarkan apa itu wawasan bangsa. Wawasan bangsa adalah cara pandang bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan baik dalam kawasan regional maupun global. Unsur dari wawasan kebangsaan yaitu paham kebangsaan, rasa kebangsaan, dan semangat kebangsaan. Wawasan kebangsaan negara Indonesia menolak segala diskriminasi suku, ras, keturunan, warna kulit, asal daerah, golongan, agama serta status sosial.
Konsep kebangsaan kita bertujuan untuk membangun dan mengembangkan persatuan
dan kesatuan. Derasnya pengaruh globalisasi bukan mustahil akan memporak-porandakan
adat budaya yang menjadi jati diri kita sebagai suatu bangsa dan akan
melemahkan paham nasionalisme., namun nasionalisme berkembang di setiap bangsa dipengaruhi juga oleh nilai-nilai dasar yang berkembang dalam masyarakatnya
masing-masing, sehingga memberikan ciri khas bagi masing-masing bangsa.
Kesadaran bela negara ini penting untuk diwujudkan dalam revolusi mental. Revolusi mental sendiri yaitu perubahan cara berpikir dalam waktu singkat untuk merespon, bertindak dan bekerja. Bertujuan untuk mengangkat kembali karakter bangsa yang mengalami kemerosotan. Hal ini dikarenakan jika warga suatu negara mengalami kemerosotan karakter maka negara tersebut akan mengarah pada kehancuran. Kemudian dikeluarkanlah keputusan Presiden tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental yang terdiri dari:
- Program Gerakan Indonesia Melayani.
- Program Gerakan Indonesia Bersih.
- Program Gerakan Indonesia Tertib.
- Program Gerakan Indonesia Mandiri.
- Program Gerakan Indonesia Bersatu.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan bela negara ini, saya tersadar jika sikap bela negara sangat penting untuk dimiliki oleh setiap warga negara. Sikap ini selain berfungsi untuk meningkatkan rasa cinta tanah air juga dapat membantu seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sebelumnya, saya memandang sebelah mata tentang nasionalisme karena saya menganggapnya tidak terlalu penting, namun sekarang saya tahu bahwa sikap nasionalisme merupakan kewajiban suatu warga negara.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan LKMM bela negara ini, maka kegiatan LKMM-TD 2020 resmi selesai dan ditutup. Sebelumnya saya sempat ragu apakah bisa jika LKMM-TD dilakukan secara daring, namun ternyata semuanya berjalan dengan lancar. Meskipun dilaksanakan secara daring, semoga ilmu yang didapatkan dalam kegiatan ini akan bermanfaat untuk masa depan kelak. Terima kasih banyak kepada panitia LKMM-TD dan teman-teman sekalian yang turut serta dalam kegiatan LKMM-TD ini, tetap semangat walaupun kita di rumah aja.
Sekian dari saya, mohon maaf jika terdapat kesalahan kata.
Terima Kasih.
Tetap semangat!:)
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.








